Posted by: bundagaluh | July 28, 2009

Royan ikut baris dan belajar di kelas

Yups, begitulah, rutinitas pagi ketika mengantar salsa sekolah adalah menungguinya sampai pelajaran di kelas dimulai. sebelum kelas dimulai ada acara outdoor dulu yaitu baris-berbaris sambil bernyanyi dan melakukan beberapa permainan. Nah saking hampir tiap hari Royan selalu ikut ngantar kakaknya, semua guru sekolah tersebut kenal baik dengan Royan (anaknya friendly abizz siihhh…heheheh). Royan sendiripun kelihatan nyaman banget selama di sekolah kakaknya itu. NAh, beberapa hari ini, royan selalu ikut acara outdoor tersebut. Soal nyanyinya, hmmm jelas hafal banget karena di rumah sering diajari kakaknya. Tadi pagi, Royan justru baris di paling depan ^_^  tapi hebat bisa anteng maksudnya tidak berulah sesuai dengan kemauannya sendiri sehingga acara outdoor tsb tetap bisa berlangsung dengan baik.

Lah, satu lagi habis acara outdoor itu, Royan malah ngikut kakaknya masuk ke ruang kelas. diajak keluar ga mau. Untungnya bu guru tidak mempermasalahkan hal tersebut. Justru malah menyediakan bangku di samping Salsa. Terimakasih ya bu Tita…

Hebatnya lagi, dari luar aku amati Royan pun tidak mengganggu proses di kelas. Cukup partisipatif malah…Cuma ga enaknya nih, ibu harus nungguin sampai jam istirahat itu berarti jam 09:30 dong :( tapi it’s oke lah, toh Royan juga belajar bersosialisasi dan banyak hal lain…sekali lagi treimakasih bu Tita serta bapak dan ibu guru TK Djamaatul Ichwan yang lain yang dengan tulus memperkenankan Royan berbaur dan berpartisipasi dalam proses KBM…Jazakumullaah

Posted by: bundagaluh | July 28, 2009

E-book Parenting Gratis, Mau??

Sabtu kemarin aku mendapat tiga e-book gratis tentang parenting dan music for learning dari www.sekolahorangtua.com. Hmm, sangat-sangat menyenangkan. E-book ini tentang bagaimana harga diri dan peran orangtua sebagai kunci meraih kesuksesan dan prestasi anak.

Satu hal yang aku petik adalah seba gai orang tua janganlah memberikan label-label negatif kepada anak kita. Label negatif itu misalnya bahwa anak kita bandel, nakal, keras kepala, dan sebagainya. Jika kita terlalu sering melontarkan label-label negatif itu, maka label tersebut akan mendominasi alam bawah sadarnya sehingga akan terbawa hingga dewasa.

salah satu E-book berisi musik klasik yang  diberi judul Music for Learning. Cukup bagus apalagi gratis itu lho…Tertarik?? sign up aja di webiste www.sekolahorangtua.com tersebut.

Posted by: bundagaluh | July 24, 2009

Efek Nilai Jelek

barusan mendengar berita di Trans TV (jam 05:00) bahwa ada seorang siswa yang berkewarganegaraan India meninggal dunia dengan cara bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari lantai atas sebuah hotel di Jakarta. Tragisnya, tindakannya ini dilakukan hanya karena ia mendapatkan nilai yang jelek di sekolahnya. Astagfirullaah, seburuk itukah efek dari nilai/prestasi yang jelek atau tidak memuaskan di sekolah?

jadi ingat kemarin ada temen yang crita juga bahwa ia baru saja memindahkan putranya ke sekolah lain gara-gara ia sudah tidak tahan dengan kebijakan sekolahnya yang menurutnya terlalu membebaninya serta siswa lain dengan seabreg PR sementara di sekolahpun juga hampir tiap minggu ada kuis harian. Mana sekolahnya adalah full day lagi. Padahal putra temen ku tersebut baru duduk di kelas 4 SD lho? masyaallaah…sekolah kok malah menjadi beban ya? gimana ini?

Posted by: bundagaluh | July 23, 2009

Burger Bakar…

hari ini aku tidak sekolah. Aku lagi sakit batuk dan pilek. Kalau batuk suaraku serem ‘mak jegrok-jegrok’ gitu deh…sama ibu sudah dikasih campuran jeruk nipis dan madu. Tapi batuknya belum juga mau pergi :( kata ibu sih, ntar malem mau ga mau mesti ke dokter deh…uh, padahal aku paling ga seneng kalau ke dokter. Padahal dokter Nurul menyenagkan banget lho orangnya, selalu ngajak ‘toss’ kalau pas aku masuk ke ruang periksa. Tapi tetep aja aku males…

Meski hari ini aku tidak sekolah, tapi aku tetep belajar lho…Aku baca-baca majalah bobo Junior, main sekolah-sekolahan  dengan de’ royan, melukis pemandangan, dan satu lagi aku bikin burger bakar. Yang ini asik banget temen-temen dan gampang banget bikinnya. Aku siapkan sendiri lho bahan-bahannya. Aku juga mengoles dan menghiasinya sendiri. Tapi untuk membakarnya aku belum berani, jadinya minta ibu yang bakar deh…

Untuk membuat burger bakar, kita cuma perlu menyiapkan roti tawar 2 lembar (yang bulat lebih enak dan cakep hasilnya), keju kraft sigles, satu iris tomat, mayonnaise, dan saus. Trus roti tawar diolesi mentega kedua sisinya. Setelah itu, roti diletakkan di atas panci teflon yang sudah diolesi mentega. Jangan lupa dibolak-balik ya biar ga gosong…Kalau warnanya sudah agak coklat, angkat roti tawarnya. Setelah itu, taruh keju kraft satu lembar. tambahkan tomat dan mayonnaise. Lalu tambahkan saus (lebih enak kalau sausnya dicampur antara saus sambel dan saus tomat biar agak pedes dan seger…) terakhir tutup dengan roti tawar yang satunya. Hmmm, burger bakar ala salsa siap disantap hangat-hangat…mak nyusss…

Eh, pakde datang….langsung deh aku bikinin burger bakar juga. Pakde seneng banget dan langsung melahapnya…kata pakde, “wah enak nih…yang ini namanya keju bakar rasah mbayar…” (hehehe artinya burger bakar yang ga usah bayar…)

Posted by: bundagaluh | July 23, 2009

Trimester Pertama

Alhamdulillaah, trimester pertama kehamilanku sudah lewat. Setelah sempat ngflek beberapa waktu yang lalu dan musti ga banyak beraktifitas (wah, kebeneran banget bisa jadi alsan untuk bermalas-malasan :D habis hamil ketiga ini bener-bener deh bawaannya muales dan pengine tiduuuur teyus…) untung deh, ayah cukup ngerti banget, begitu dokter bilang harus mengurangi aktifitas yang berat-berat, ayah langsung tekel urusan ngepel, bersih-bersih sekalian ngerapiin rumah, beli sarapan kalau pas aku lagi terlalu eneg untuk masak dan masih banyak lagi…(thanks ya honey mmuah…)

Allaah SWT memang selalu menyesuaikan segala sesuatu dengan kondisi makhluknya…begitulah salah satu hikmah  yang aku petik dari segala ‘ketidaknyamanan’ yang aku alami di hamil ketigaku ini mulai dari eneg yang terus-menerus dari pagi sampe malem, makan yang ga mudah sreg dengan selera atau ini kali ya yang dinamakan ‘ngidam’?, rasa malas yang luar biasa (sst…., terutama mandi :D ),. Ga kebayang deh, kalau semua ‘ketidaknyamanan’ ini aku alami di hamil pertama dan keduaku. Wah, bisa berantakan semua deh…karena saat itu aku masih dengan kesibukan yang luar biasa yang menuntutku sering keluar rumah. Kalau sekarang aku dikasih hamil yang agak ‘malas dan merepotkan’ ya wajar saja wong aku sudah banyak di rumah. Jadi ya, aku menjalani semua ini dengan enjoy saja :)

Begitulah, sekali lagi Allaah SWT selalu mencukupkan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan keadaan hambaNYA. Terimakasih ya Allaah…

Older Posts »

Categories