hehe…kalau baca judul di atas jadi senyam-senyum sendiri deh saking seringnya Royan sekarang ini mengucapkan kalimat itu beserta variasi ancamannya. Yups, betul sekali, saat ini alhamdulillaah kemampuan berbahasa Royan semakin bagus dengan kosa kata yang masyaallaah, kadang aku atau ayah sendiri bingung dapat dari mana kata-kata tersebut…Memang bener kalau anak tuh peniru ulung bisa plek banget lho nirunya…

Contoh, tadi pagi pas waktu sarapan, kebetulan kakaknya sakit dan tidak masuk sekolah. Anak-anak aku minta sarapan sendiri (biasanya kalau pagi aku suapin karena ‘ngoyak’ waktu hehehe..)karena mau aku tinggal menyetrika baju. Nah, awalnya sih acara makan berjalan dengan baik, tapi lama-lama aku mendengar lebih banyak acara mainnya daripada acara makannya (malah lupa…) sehingga bolak-balik aku harus mengingatkan ‘ayo…maeme  pripun itu?’. Alhasil, lama-lama kesabaran menipis deh (bayangkan start makan  jam 07:00 masa sudah jam 08 lewat belum selesai juga. ck…ck..ck..

Akhirnya, baik Royan maupun Kakaknya aku giring ke kamar belakang (tempat setrika) dan mau ga mau aku suapin dehmeski dengan ngomel ini itu. Kalau Salsa sih begitu melihat gelagat ibunya yang mau ‘marah’ langusng pasang aksi makan sendiri dengan lahap dan cepat hahaha…tapi kalau Royan, boro-boro makan cepet, eh malah bilang “nek ibu marah, mas tinggal tindak lho…nanti ibu sendirian di rumah lho…” gubrak…!!!! Jengkel, sebel, dan bla-bla-bla jadi satu…!!! Tapi sebenarnya, kalimat itu persis seperti yang aku ucapkan ketika anak-anak  lagi nggak nurut atau bikin jengkel…asragfirullaah, maafkan ibu yang sudah memberi contoh untuk mengancam ya nak…

Posted by: bundagaluh | June 8, 2009

What’s wrong with my Salsa

bener-bener deh, dari minggu kemain aku dibikin gregetan dengan Salsa. Ceritanya, Salsa tuh lagi berubah banget, dulu bisa dibilang Salsa termasuk anak mais, nurut, pinter dll. Tapi akhir-akhir ini agak beda..

Di UAS hari pertama dan kedua Salsa tidak menyelesaikan pekerjaannya (mewarnai). Nah lo, padahal mewarnai itu adalah kegiatan favoritnya. Setelah aku tanya, katanya “kan selesai ga selesai harus dikumpul bu, nah kakak kan belum selesai ya sudah kakak kumpul aja…” Ketika aku konfirmasi ke guru beserta ibu-ibu yang nungguin putra/putrinya, ternyata salsa kebanyakan ngobrol dengan teman samping kanan/kirinya.

Ketika di rumah Uti, gitu juga…bikin ulah terus. Di sanggar juga, mewarnainya ga selesai padahal waktu masih banyak, tapi dengan alasan capek tetp saja ga mau nerusin dan pilih main di play ground. Padahal tadi kan sudah bobo siang 2jam kak… :(

Plus tadi waktu di sekolahan Salsa dengan bangganya bilang, “Bu, tadi kakak di sekolah jilbabnya kakak lepas lho…” Astagfirullaah… “Lha kenapa kak?” Aku langsung menimpali. Kata Salsa, “kan supaya lebih cantik dan ga sumuk lagi…” Gubrakk…Padahal bisa dibilang, Salsa hampir tidak pernah melepas jilbabnya ketika berada di luar rumah (bepergian). Bahkan dengan sendirinya ketika mau diajak keluar, langsung syet cari jaket, celana panjang, dan jilbab. Bahkan sempat protes ketika gurunya minta Salsa melepas jilbab ketika mau diambil foto buat keperluan administrasi di sekolah. Kok ini…

Pasti ini ada yang salah deh, terutama dengan apa yang aku atau ayah lakukan/bilang ke Salsa. Terlalu sak klek dan keraskah kami? Astagfirullaah, semoga segera terjawab kebingungan ini ya Allaah. Semoga kami segera memahami dan mengrti dengan apa yang dirasakan/dialami Salsa. Amiin

Maafkan ibu kak, mungkin ibu terlalu sibuk sengan de’ Royan serta kesibukan ibu yang lain…Ibu sayang kakak…

Posted by: bundagaluh | June 8, 2009

Hamil ketigaku…

Berbeda dengan kedua kehamilan pertamaku dulu, perasaan ini agak-agak gimana gitu. Kalau yang dulu alhamdulillaah dari awal bulan sampe lahir, aku ga ngidam apa-apa dan menjalani aktifitas seperti biasa. Namun untuk yang ketiga ini kayaknya kok aku males makan nasi, mual, eneg dan lebih sensitif. Hwaduh bahaya nih…

namun mungkin ini dikarenakan aku agak sedikit tersugesti dengan adanya IUD yangmasing terpasang. Perasaaan khawatir, anyhow, teteplah ada meski sudah sangat berkurang berkat browsingan di internet maupun penjelasan detil dari dokter.

Dan yang lebih heran lagi malesnya itu lho…ck…ck..ck…sampe-sampe rumah berantakan..setrikaan juga ga selesai hehehe. Alhasil, akhirnya aku putuskan untuk minta bantuan mbak Rum, tetangga di kampung sebelah untuk bersih-bersih dan stetrika.

Kalau Ayah, hmmm, sejauh ini yah memang lebih cuek deh dengan kehamilan ketigaku ini. Sehari kalau aku ingat-ingat kayanya hanya sekali atau dua kali sempat say hello to the baby inside :( Wah, wah berarti bener nih apa yang ditulis mbak Devi tentang pengalaman kehamilan yang ketiganya…

Lucunya, berita kehamilanku ini dalam sehari langsung syuuut tersebar ke teman-teman kantor maupun teman main. Rata-rata pada geleng-geleng kepala hahahahaha…karena mereka tahu kalau sebenarnya aku pake IUD. Jangankan mereka, wong dr.spesialisnya aja juga heran karena IUD tsb masih terpasang dengan bagus. Hmm, dua kali kb tyt tetep aja hamil. Wah wah wah, gimana kalau aku ga kb ya? bisa-bisa anakku sudah enam..” :D

But, this evening, surprisingly, aku ngerasakan my baby inside kayak bergerak ‘mak lherrr…’ gitu deh…subhanallaah..indah sekali

Posted by: bundagaluh | June 6, 2009

kakak pertama, kakak kedua

Inilah salah satu kehebohan anak-anak ketika tahu ada adik bayi di dalam perut ibunya. Awalnya sih aku dan ayah ingin Salsa tetep dipanggil kakak sementara Royan dipanggil Mas Royan gitu, tapi Salsa mintanya dipanggil kakak pertama dan Royan dipanggil kakak kedua…hahaha kaya film mandarin yang dibintangi Ady Lau itu. Apa tuh judulnya? Lupa… :D

Yah, whatever aja deh kids…

Trus bentar-bentar Salsa ngelus-elus perut ibunya nih sambil nebak-nebak entar jumlahnya berapa, entar kaya siapa dan lain-lain. Dan tadi pagi begitu bangun tidur, Salsa langsung berkata, “Bu, gimana kalau adik bayi nanti jumlahnya seratus? Wah rame banget nanti ya? Kalau nangis semua, pasti kedengeran sampe rumah mbah Uti…” :D

Ayah langsung menimpali, “walah la nanti jadi kaya Kurawa yang di cerita wayang itu kak hehehe.”

Bayangan jumlah seratus itu ternyata tetap nyantol di kepala sampai ketika Salsa mandi. Katanya, “kalau adik bayi ada 100, berarti nanti perut ibu besarnya sampe ke depan rumah dong bu..” huahahahaha…

Kakak, kakak, ada-ada saja. Ibu mah penginnya satu saja dulu kak, yang penting sehat lahir batin dan selalu diberi kemudahan dan kelancaran. Amiin

Sementara Royan yang mungkin belum begitu ‘care’ hanya sesekali saja nanya ke ibu, adik bayi lagi apa. Dan kalau sudah begitu, langsung mendekatkan kepalanya ke perut ibu sambil berkata, “wah, adik bayi lagi bobo bu…”

Hmmm, ya Allaah terimakasih atas keindahan dan kebahagian ini.

Posted by: bundagaluh | June 4, 2009

Bekal Sekolah Bersurat

Akhir-akhir ini, Salsa sering banget minta dibekali nasi ke sekolah. Lauknya Salsa yang nentuin sendiri sehari sebelumnya. namu yang terfavorit adalah tetap telur dadar bikinannya sendiri. nah, suatu kali tanpa sepengetahuannya aku selipkan satu lebar kertas kecil bertuliskan ‘halo cantik…selamat makan…jangan lupa cuci tangan dan doa dulu ya..mmmuah, Ibu sayang kakak…Salam sayang dari ayah dan de’ Royan”. lalu aku kasih gambar hati di bagian bawahnya. Wah, ternyata itu sesuatu yang sangat membahagiakan buat salsa sampe-sampe gambar hatinya digunting dan ditempel ke tempat nasinya (gunting dan lemnya pinjam ke bu guru katanya ^_^)

Setelah hari itu, selalu Salsa minta diselipkan surat di dalam tempat nasinya. UNtuk menambah pengetahuan dan daya nalarnya, aku coba selipkan teka-teki sederhana. Misalnya, “ayo coba tebak kak, binatang apa yang sukanya makan ikan, berkaki empat, lucu, menggemaskan, dan suka bersuara meong..?”

Alhamdulillaah, ternyata seseuatu yang sederhana ini mampu menjadi satu sarana untuk memperlancar kemampuan membaca Salsa, menambah daya nalar dan identifikasinya, serta yang terpenting, semakin mendekatkan kami berdua…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories