Posted by: bundagaluh | March 19, 2008

Memaksimalkan kualitas waktu bersama anak

Bagi sebagian ibu bekerja, keterbatasan waktu bersama anak harus disiasati agar kualitas kebersamaan itu maksimal. Caranya, pertama perlakukanlah anak kita sebagai manusia yang memiliki dunia sendiri karena anak bukanlah orang dewasa yang bertubuh kecil namun anak memiliki dunianya sendiri dengan segala keunikan dan kekhasan masing-masing dimana ia bisa mengoptimalkan kualitas lepribadian dan kecerdasan emosional serta ketrampilan hidup yang kelak akan sangat menetukan kehidupannya kelak ketika sudah dewasa.

Apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, baik kepada anak kita tersebut ataupun ke orang lain bahkan ke benda/hal-hal lain akan sangat mempengaruhi pola perilaku serta berpikir  mereka. Sementara itu, otak manusia itu 80% terbentuk pada kurun waktu =5 tahun pertama kehidupan mereka. Ini berarti apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka dapat serta rasakan akan terekam dengan sempurna dalam memori mereka. Mereka, dalam proses mempelajari nilai-nilai kehidupan sosialnya, akan cenderung seperti apa yang terekam dalam memori mereka. Oleh karena itu, sebisanyalah kita (para orang tua) memaksimalkan kebersamaan kita dengan anak-anak sehingga waktu bersama mereka yang hanya sediki (terkait dengan jam kerja) supaya benar-benar terjaga kualitasnya sehingga bisa mewariskan nilai-nilai kehidupan yang luhur supaya anak bisa beradaptasi dengan kehidupannya kelak dan tampil sebgai individu yang mandiri, cerdas, dan kreatif.

Selain memperlakukan anak sebagai manusia dan kita orangtua masuk ke dalam dunia mereka (jangan terbalik, anak yang kita paksa masuk ke dunia kita) kita juga bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang bisa merangsang kecerdasan logika dan emosinya. 

Kebetulan saya ini adalah seorang ibu bekerja sebagai staf dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Solo. Jam kerja saya adalh dari jam 08.00 – 16.00. Terkadang saya bisa pulang lebih larut jika sedang ada kegiatan/acara di kantor. Sementara itu, anak-anak saya (4.6 th dan 2 th) tidur malam sekitar jam 20.00. praktis waktu saya bersama mereka hanya beberapa jam saja. Itupun masih dikurangi kegiatan mandi serta tetek bengek urusan rumahtangga. Lalu bagaimana saya memaksimalkan waktu saya tersebut?

Setelah mengamati pola perilaku anak-anak saya yang tidak pernah mau diam kecuali dibacakan buku atau diberi kegiatan tertentu, akhirnya saya memutuskan untuk browsing materi-materi pre-school di internet. Subhanallaah ternyata banyak sekali. Di antaranya adalah learnigpage.com

Dalam learningpage ini, kita akan disuguhi dengan beragam materi kegiatan belajar anak yang sangat menyenangkan (INGAT, anak harus belajar dengan HAPPY). Dalam web ini sudah terbagi kedalam beberapa tema dan sub tema. Asik sekali pokoknya. Dan alhasil anak-anak saya sangat menyukai dan kecerdasannya juga meningkat. Silahkan dicoba.

Di sisi lain kita pun juga bisa mengajarkan bahwa segala sesuatu itu tidak harus diperoleh dengan cara MEMBELI. Contoh, dulu biasanya saya selalu hunting buku mewarnai dan semacamnya. namun setelah mendapatkan source di learningpage ini, saya tunjukkan ke Salsa bahwa kita bisa mencetaknya tanpa harus membeli. Sekaligus kita juga bisa memperkenalkan kecanggihan teknologi internet. Alhasil, jika Salsa lihat temannya punya buku baru ia pun akan bilang bahwa ia nggak perlu beli tinggal cari di internet lalu mencetaknya sendiri gitu…Lumayan kan😀


Responses

  1. Setuju mbak. Internet itu memang menjadi source pendidikan yang luar biasa. Aku ngumpulin banyak link mbak di situsku di menu HS Resource. Sebagian besar gratis seperti learningpage.

    Selamat berburu !! ^_^

  2. oke mbak Lala, thanks banget. Terusterang dari Jurnal Yudhis dan Tata itu aku tersadar bahwa aku harus banyak baca dan belajar tentang cara mendidik anak. Lalu aku jadi semakin tersadar kesalahanku memasukkan Salsa ke fullday school. Bukan berarti aku nggak setuju dengan fullday school tp ternyata Salsa nggak cocok dg sistem pendidikan tersebut. Secara fisik dan mental Salsa kecapaian meskipun setelah jam 12 acara di sekolahan hanya tidur sampai jam3 trus sholat jamaah lalu pulang. Aku bisa bandingin efeknya ketika bersekolah sampai jam 4 (senin-jumat) dengan bersekolah sampai jam12 (sabtu). Makane ini aku pindah ke sekolah biasa. Dulu sih asumsiku daripada di rumah cuma sama embaknya, mending di sekolah ada yang ngajarin gitu. Ternyata kok keliru. but, sekali lagi tidak ada kata terlambat untuk perbaikan. It’s time for me to reconstruct my children. Oya mbak Lala, maaf ya webnya aku link tanpa permisi dulu…thanks and semoga Allaah senantiasa memberi kemudahan pada keluarga mbak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: