Posted by: bundagaluh | April 2, 2008

mbah uyah

pas libur 4 hari berturut-turut kemaren, aku pulang ke rumah ortuku di kampung. Hepi banget rasane karena udah cukup lama aku ga pulang kampung. Terakhir januari kemaren padahal jarak rumah ke kampungku bisa ditempuh hanya dalam 1 jam dengan kendaraan pribadi. Tapi ya gimana lagi, lagi loaded gawean😦

Tapi alhamdulillaah bisa pulang juga akhirnya. trus ketika hari jumat siangnya, ada nenek-nenek yang datang ke rumah nawarin uyah (garam). Aku ingat betul bahwa nenek tersebut adalah  mbah uyah (begitu kami memanggilnya karena beliau jualan garam /uyah dalam bahasa jawa). Aku takjub, subhanallaah,  sekian tahun aku tidak ketemu tapi mbah uyah tersebut masih tampak sehat dan kuat. Bahkan kelihatan tidak berubah semenjak terakhir kali mbah uyah ke rumah jualan garam (kira-kira 7 tahunan yang lalu)

usianya sekitar 80an (bliau ga tau tahun berapa lahir). Di usianya yang segitu rata-rata kita sudah kelihatan renta dan banyak yang hanya mennggantungkan hidup ke anak-anaknya. Tapi tidak demikian dengan mabh uyah, ia tetep berjalan kaki mengelilingi setidaknya satu kecamatan setiap hari sambil menggendong bakul berisi garam curah. Berangkat habis subuh dan tida di rumah sekitar habis isya. begitu setiap harinya. Pembeliannya pun bukan ditujukan untuk uang tapi ditukarkan dnegan barang2 rongsokan yang akan dijual lagi ke pengepul barang bekas.

Ketika kutanya kenapa masih tetep nekuni pekerjaan yang bagi banyak orang sangat melelahkan dan tidak beristirahat saja, mbah uyah dengan lugunya menjawab ‘untuk makan sehari-hari dan kalau sehari saja “libur” katanya badan malah capek dan pegel-pegel ga karuan. HEBAT ya🙂 Bliau pun juga bilang bahwa meski punya anak yang bisa menampungnya, mbah uyah ga mau karena sangat mencintai pekerjaan tersebut meski harus berjalan kaki puluhan kilo tiap hari.

lalu, ketika kutanya kok masih bisa sekuat itu berjalan jauh, mbah uyah bilang resep manjur untuk bisa terus hidup dengan sehat dan kuat adalah pasrah dan nrimo akan segala hal yang diberi Allaah kepadanya. Hidup pun juga ga muluk-muluk. Itulah yang menjadikan hati dan jiwa ayem, nyaman dan tentram. jika hati dan jiwa sudah tentram maka hidup akan memancarkan kebahagiaan yang akan juga terpancar dari aura kita meski berbagai beban hidup datang menghadang.

Hmmm, betul juga ya…


Responses

  1. mo kasih tau aja bune, spidinya dah konek nih…

  2. oke deh…😉

  3. Salam kenal Bunda Galuh…:D

  4. Alaikum salaam Uni Rina…thanks dah nyasar kesini ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: