Posted by: bundagaluh | April 3, 2008

outbound dadakan

beberapa hari yang lalu aku sama anak-anak pulang dari rumah eyang di kampung naik bis. Kebetulan waktu itu ayah ngisi workshop di SMEA Batik. Alhasil aku berangkat naik bis bersama anak-anak. bagiku, ini adalah suatu pembelajaran juga untuk Salsa dan Royan. Aku amati mereka sangat senang bisa bepergian dengan naik bis. Terutama Royan karena ini adalah pengalaman pertamanya naik bis.

Sepanjang perjalanan anak-anak nanya macem-macem. Akupun memanfaatkannya untuk mengenalkan kosa kata baru terutama pada Royan dan tanda-tanda lalu lintas pada Salsa. Mereka kelihatan gembira sekali dan ternyata Salsa (karena sudah beberapa kali ke eyang naik bis) sudah hapal rute-rutenya.

——-

Pembelajaran selanjutnya adalah ketika pulang dari rumah eyang. Ketika itu ayah hanya bisa ngedrop sampe terminal Solo. Alhasil, aku sama anak-anak naik bis lagi untuk bisa sampe di sekolah Salsa (Salsa langsung sekolah sementara Royan ikut aku ke kantor. Kebetulan hari itu aku jatah piket). Sebenernya bisa aja aku ajak naik taksi tapi memang aku bermaksud supaya mereka belajar bahwa segala sesuatu itu tidak harus selalu dilalui/dicapai dengan mudah.. Mereka harus bisa beradaptasi dengan situasi yang sulit/tidak nyaman.

Dan lagi-lagi Salsa dan Royan sangat menikmati perjalanan itu. Apalagi kebetulan kami dapat tempat duduk yang paling depan sehingga pandangan tidak terhalang apapun. Gantian saat itu Salsa mencoba memberi tebakan pada Royan tentang tanda-tanda lalu-lintas. Kayanya sih Royan pengin kasih respond meski dengan bahasanya sendiri.

Turun dari bis, untuk menuju sekolah Salsa (kira-kira 1 kiloan meter) biasanya ditempuh dnegan naik becak. Ndilalah kok saat itu tidak ada satu becak pun yang ngetem. Aku hanya bilang ke anak-anak, “Wah ga ada becak nih, gimana ya?” Spontan Salsa menjawab, “Jalan kaki aja buk, kan sekalian olah raga.” Wah betul juga nih. Akhire aku dan anak-anak jalan kaki ke sekolah. MEreka pun dengan riang gembira melangkah. Sepanjang perjalanan aku kasih pertanyaan seputar benda-benda dan bangunan-bangunan yang dilewati (Awale sih supaya mereka tidak mengeluh capek dan mogok jalan hehehe tapi ternyata anak-anak pun sangat menikmati ‘olahraga dadakan ini’).

Ah, akhirnya sekolah Kakak kelihatan juga (saat itu, Royan udah ngglendhot di gendonganku). betul-betul waktu yang sangat berharga bagiku juga buat anak-anak  meskipun harus bersusahpayah jalan kaki tapi ternyata kami bisa menemukan kebahagian di dalamnya. Aku pun juga bisa melihat bahwa Salsa semakin bisa bersikap dewasa dengan tidak mengeluh kecapean aatau mogok jalan.

Terima kasih ya Allaah


Responses

  1. ini juga nih jeng, kadang kitanya yang deg-degan tahut anaknya ga nyaman…padahal di luar dugaan anak-anak seneng..

  2. Setuju.. anak-anak itu memang luar biasa daya tahan dan semangatnya. ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: