Posted by: bundagaluh | July 9, 2008

Indonesia Strong from Home

Bagi para orang tua, praktisi pendidikan, serta pemerhati pendidikan tentulah istilah tersebut tidak asing. Ya istilah itu bukanlah hanya suatu istilah namun merupakan suatu misi yang disampaikan oleh Ayah Edi (seorang praktisi dan konsultan pendidikan anak).

Sesuai dengan artinya yang ingin mewujudkan Negara dan bangsa Indonesia yang kuat maka Ayah Edi menitikberatkan pondasi kekuatan bangsa Indonesia ini pada unit organisasi terkecil yaitu ‘KELUARGA’. Ayah Edi berkeyakinan bahwa dengan pola asuh yang benar dan tegas dari orang tua terhadap para buah hatinya maka akan tercetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Dan memang betul, dari keluargalah seorang anak belajar tentang kehidupan. Lewat keluarganlah seorang anak akan terbentuk menjadi seorang penemu jenius, pemikir yang handal, ilmuwan yang cerdas dan kreatif, pemimpin negar yang agung dan amanah atau bahkan menjadi seorang dictator atau penghancur dunia yang tidak memiliki rasa belas kasihan.

Pertanyaannya adalah, kita ingin buah hati kita jadi apa? Tentu tidak ada yang menginginkan buah hati kita menjadi sosok perusak, sosok yang egois, sosok yang tidak tanggap dengan lingkungan. Sebaliknya, semua dari kita ingin anak-anak menjadi penerus bangsa yang kreatif, amanah, serta berjiwa besar sehingga bisa menjadikan Indonesia ini kea rah yang lebih baik dan kuat.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Sangat sederhana jawabannya, menurut Ayah Edi, didiklah buah hati kita dengan penuh kasih sayang dan tegas. Berikan pujian jika buah hati kita melakukan sesuatu yang baik, sekecil apapun itu. Jika melakukan sesuatu yag tidak terpuji, JANGAN membentak, memarahi, mencubit, atau bahkan memukul dan memberikan hukuman fisik. Sebaliknya, berjongkoklah di hadapannya, tatap matanya lekat-lekat dan berikan penjelasan bahwa apa yang ia lakukan itu salah dengan nada yang tegas (BUKAN KERAS).

Sumber: Ayah Edi, 2008. Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur? 37 Kebiasaan Orang Tua yang Menghasilkan Perilaku Buruk pada Anak, Grasindo, Jakarta.


Responses

  1. setuju mbak…berarti kuncinya ‘kita’ ya…oya Rahma liburan ke Boyolali lo mbak..

  2. weleh…wis deket banget tuh mbak karo tempatku. Besok-besok mampir ya mbak nek ke Boyolali..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: