Posted by: bundagaluh | September 2, 2008

Kisah tentang orang yang beriman dan yang kafir

Beberapa hari kemaren aku mengikuti AMT yang diadakan language center UMS dan pembicaranya adalah DR.Joko (lengkapnya aku lupa, biasa…) dari MIPA UGM. Cerdas banget loh temen-temen beliaunya itu. Tauziahnya top banget dengan bahasa yang sangat-sangat ringan namun sarat dengan makna. Ada satu hal penting yang membuatku merinding dan sangat-sangat tertancap di dalam hati dan pikiranku. Beliau menyampaikan sebuah kisah tentang dua orang di jaman Rosulullaah yang sama-sama sedang menghadapi sakarotul maut. Si A adalah seorang yang beriman dan si B adalah seorang yang kafir. Si A menginginkan minum air putih sementara si B meminta nasi (ato apa aku lupa lagi hehehe…maklum ya..). Lalu ketika si A disodori segelas air putih, tak disengaja air tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah sehingga si A yang beriman tersebut tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan sebelum sang malaikat maut mengambil nyawanya. Sementara itu, si B berhasil mendapatkan makanan yang diinginkannya dan memakannya sampai habis sebelum akhirnya malaikat maut mengambil nyawanya.

Lalu ada sahabat yang bingung dan akhirnya bertanya kepada rosulullaah, “kenapa itu bisa terjadi ya Rosul? Kenapa si B yang kafir justru mendapatkan apa yang ia inginkan sebelum meninggal sementara si A yang beriman tidak?” Rosulullaah menjawab, “Si A pernah semasa hidupnya melakukan sebuah dosa sehingga Allaah memberikan musibah kepadanya sehingga tercucilah dosanya tersebut. Sementara itu, si B yang kafir pernah melakukan amal kebajikan semasa hidupnya sehingga Allaah membalasnya dengan terpenuhinya keinginannya tersebut sebelum ajal menjemput.”

Dengan demikian, si A dapat langsung masuk surga sementara si B langsung masuk neraka karena amal kebajikannya sudah dibayar Allaah dengan nikmat yang ia peroleh di dunia..Astaghfirullaah..

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” (Al-Zalzalah: 7-8)

Terus terang aku ngeri banget temen-temen…

Dan setibanya di rumah, ketika aku ceritakan hal tersebut ke ayah, mak gleg..ternyata itu belum seberapa karena itu jelas pembedanya adalah kafir dan beriman. Selanjutnya ayah memaparkan sebuah hadist tentang orang-orang yang beriman dan banyak beramal sholeh NAMUN merugi hanya karena kebanyakan ghibah…

Astaghfirullaah…ampuni aku ya Allaah…

terima kasih ayah dan mohon bimbingan dan kesabarannya terus ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: