Posted by: bundagaluh | October 29, 2008

Penyakit Lupa

Ada kejadian lucu bin menghebohkan gara-gara penyakit lupa yang aku derita. Beberapa hari kemarin, STNK sepeda motorku hilang. Pagi hari ketika mau berangkat ke kantor, aku baru ingat kalau beberapa lembar uang masih ada di dompet HP. LAngusng deh aku buka dompet HP dan aku pindah uangnya ke dompet. Kemudian aku jadi kawatir karena STNK tidak aku temukan di situ. Aku cari-cari di dompet, di kantong tas dan baju. Semua tidak ada. Mulailah jadi panik. Waduh hilang nih…karena aku yakin banget kemarin ketika mau mengantar bu Fitri, teman dosen di kantor, aku malas bawa dua tentengan (dompet uang dan dompet HP karena baju ga ada kantongnya) lalu aku ambil STNK dan beberapa lembar uang dan aku pindah ke dompet HP.

Yang semakin membuat aku panic, lewat telepon bu Fitri pun juga bilang tidak membawa dan tidak merasa aku titipi STNK. Badalah, hilang sudah…(Oh, my God, terbayang sederet kerepotan untuk mengurus STNK itu). Akhire, tenang…tenang…tarik nafas dan stay cool…

Setiba di kantor, aku ubrek-ubrek meja, laci dan locker dan hasilnya tetap saja “NOL”. Ya sudah akhirnya aku ijin keluar untuk mengurus STNK itu. Pertama-tama aku langsung meluncur ke Polres Kartasura untuk mencari surat kehilangan. Antrinya sih ga lama tapi…busyet yang membuat thuing-thuing kepala adalah penjelasan dari pak Polisi mengenai sederet prosedur yang rumit bin ribet dan berliku demi mendapatkan STNK baru. Ternyata untuk selanjutnya aku harus ke empat media massa untuk mengiklankan berita kehilangan tersebut. Setelah itu lapor ke Polsek (Polres, ga tahulah lupa) di kabupaten. Kemudian aku harus menunggu sekitar satu minggu setelah pemasangan iklan tersebut untuk dapat memproses selanjutnya. Dan setelah itu masih ada sederet lagi prosedur yang beraneka yang membutuhkan waktu yang cukup lama (wira-wiri lagi). Wah makanya praktek percaloan pembuatan STNK dan lain-lain tuh laku banget ya…kalau seperti ini jadi maklum banget kalau banyak orang yang mau mengurus sesuatu tuh dengan cara menggunakan jasa calo. Lha kita hanya tinggal bayar trus nunggu di rumah, barang yang dimaksud akan sudah diantar hehehe…tapi alhamdulillaah praktek percaloan tersebut sudah cukup berkurang kok. Dan alhamdulillaah lagi, aku pun memutuskan untuk mengurus STNK tersebut sendiri.

Nah, selang beberap hari pas aku lagi istirahat makan di kantor, bu Fitri datang dan bilang “Ayo bu, cium aku dulu…STNKnya ternyata aku bawa…ada di kantong celana yang dulu aku pakai…”

Gubrak…!!Sontak aku bangun dan mengucap alhamdulillaah sambil berlari menghampiri bu Fitri dengan sangat-sangat riang gembira. Teman-teman di kantor yang menyaksikan kejadian itu hanya tertawa dan geleneg-geleng kepala. Lha gimana enggak, wong aku juga ga ingat blas kalau aku menitipkan STNK ke bu Fitri. Begitupun bu Fitri, beliaupun juga ga ingat kalau aku pernah nitip STNK hahaha😀

(ah dasar pelupa…psst tapi kok Bu Fitri juga jadi ketularan penyakit lupaku ya hihihi…)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: