Posted by: bundagaluh | November 9, 2008

Jalan-jalan ke Dayu park, Sragen

Kemarin, 09 November 2008, kantor mengadakan acara refreshing keluarga ke Dayu Park di Sragen. Awalnya aku dan ayah cukup bingung memutuskan ikut tidaknya ke acara tersebut. Lha acara hari minggu kemarin tuh padat banget. Mulai dari pengajian pelepasan haji (di dua tempat lagi), acara 4 bulanan kandungan tante Rini di rumah eyang Giren, rekreasi ini, dan arisan ibu-ibu di perumahan. Belum lagi setrikaan yang menggunung bin membukit deh…

Tapi akhirnya, begitu bangun dan memulai aktifitas akhirnya aku memutuskan untuk ikut rekreasi…ya aku pikir sudah cukup lama juga ni kantor tidak mengadakan acara pikinik bersama. Hihihi…keputusanku itu sebenarnya nggak begitu berkenan buat ayah karena ayah lebih sreg menghadiri pengajian dari pada jalan-jalan. Yah begitulah.

Perjalanan ke dayu Park memakan waktu sekitar 1 jam. Kita berangkat tepat waktu (jam 8 pagi). Tumben nih tepat waktu. Untung rumah hanya 5 menit jalan dari kampus hehehe…

Sampai di sana ternyata Dayu Park itu cukup luas. Areal tanahnya adalah 30 hektar. Busyet…dan ya cukup representatiflah sebagai taman edukasi sesuai dengan tujuan didirikannya Dayu PArk ini oleh bupati Untung Suryono. Meski terbilang baru, Dayu Park ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Kolam renag dan permainan air,  bebek dayung, taman lalulintas, flying fox, kebun binatang, green house, dan organic resto.

Setibanya di Dayu park, langsung deh Royan minta renang yang langusng diprotes sama kakaknya. Maklumlah, dua anak ini 180 derajat perbedaan kesukaan dan karaketrnya. Salsa jelas lebih memilih ke kebun binatang dan green house karena ia bisa memuaskan dirinya mengamati dan melihat-lihat berbagai jenis hewan dan tanaman yang ada. Sementara Royan cenderung lebih menyukai aktifitas fisik.

Akhirnya, supaya semua adil dan tidak berebutan, acara untuk menikmati fasilitas di Dayu park dimulai dengan fasilitas yang ada di paling depan dan berurutan…jadi bisa melatih kesabaran Salsa dan Royan juga deh. Nah, satu nie yang lucu,  ayah kepingin banget ikutan flying fox tandem dengan Royan tapi ditangisi oleh Salsa. Katanya, “ayah dan adik ga boleh, itu tinggi banget dan Salsa takut nanti ayah dan de’ Royan jatuh kecebur ke danau yang ada di bawahnya….” Ah Salsa…Salsa… Akhirnya ya ayah ga jadi deh flying fox.

Ketika di taman lalu lintas Royan naik mobil-mobilan. Dan badalah…ni anak ga mau dipengangin. Nekat nyetir sendiri padahal nabrak sana-nabrak sini deh…

Setelah puas menikmati segala fasilitas yang ada kami berkumpul untuk ishoma sambil mendengarkan kata pamitan dari bu Aam. Ya memang selain ini sebagai acara rekreasi keluarga, acara inipun juga sebagai acara pamitan bu Aam yang akan melanjutkan studi S3nya ke Australia. Oke bu…selamat jalan ya dan semoga Allaah memberikan ridloNya sehingga semua berjalan dengan lancar.

Selesai acara pamitan, kita langsung menuju bis dan pulang ke Solo lagi. Baru 5 menit bis jalan, Salsa dan Royan sudah mak lepp pules deh…


Responses

  1. Untung Wiyono.
    bukan untung suryono

  2. aku bangga dengan sragen?semoga sragen berjaya terus berkarya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: