Posted by: bundagaluh | January 5, 2009

Innalillaahi wa inna illaaihi rojiun…

Akhirnya di penghujung tahun 2008 tepatnya tanggal 29 Desember 2008 jam 11:15, Bapak meninggalkan kami semua setelah baru sekitar setengah jam di ICU RS Brayat Minoelya, Solo.

Kami hanya mampu mengucap innalillaahi wa ina illaaihi rojiun atas kepergian bapak kami. Ya Allaah, semua seperti mimpi. Begitu cepatnya kejadian ini. Tapi, kami ikhlas ya Allaah…karena bapak berpulang menghadapMU dalam keadaan iman yang insyaallaah begitu mendalam dan penuh kepasraahan dan keikhlasan kepadaMU. Semoga Engkau menerima beliau dengan sukacita dan menjamunya sebagaimana Engkau menjamu tamu-tamu kehormatanMU ya Allaah…

Ringankanlah urusannya, mudahkanlah dalam menuju surgaMU dan lapangkanlah kuburnya, Ya Allaah. Amiin…

Yah, bapak telah pergi. Namun dari hari ke hari semakin banyak hal-hal dan ajaran-ajaran beliau yang begitu baik dan bijak yang beliau beri kepada kami putra-putrinya yang semakin jelas membekas di hati kami.

Masih jelas teringat dalam memoriku bagaimana bapak menuntunku untuk belajar sholat fardlu. Saat itu, aku masih sangat kecil, di atas dipan kecil aku melaksanakan sholat maghrib dengan hanya membaca bismillaah terus. Kata bapak yang saat itu duduk di samping dipan, “kalau belum hafal bacaan sholat, baca saja bismillaah terus nduk,  Gusti Allaah ngerti kok…”

Bahkan ketika aku nakal dan sholat masih bolong-bolong, bapak tidak memarahiku. Beliau hanya membuat jemuran baju dari kayu yang seperti  salib. Kata bapak, “Ini adalah jemuran baju. Tapi ini adalah juga untuk kamu yang  sholatnya masih bolong-bolong. Karena yang tidak sholat itu kan orang Kristen.” Begitulah bapak. Beliau hampir tidak pernah marah meski kami nakal atau bandel.

Masih teringat di setiap pagi hari, ketika kami putra-putrinya berada di rumah, bapak selalu membangunkan kami untuk sholat shubuh ketika adzan shubuh berkumandang (meski kami sudah pada berkeluarga). Bapak memang, alhamdulillaah, adalah sosok yang akan segera meninggalkan kegiatan/pekerjaan yang sedang dilakukannya ketika terdengar suara adzan memanggil. Bapak akan segera mengambil air wudlu, memakai baju koko dan sarung serta pecinya lalu bergegas ke masjid.

Kami akan merindukan saat-saat bapak menangis ketika bersujud memohon ampun dan kemudahan bagi semua putra-putrinya kepada Allaah SWT di penghujung malam selesai melaksanakan sholat tahajud yang selalu rutin dilaksanakannya. Ah, bapak…sungguh kami merindukan engkau…

Hal-hal yang membuat kami lega adalah sebelum masuk ICU bapak masih begitu pintarnya dengan memori yang masih sangat bagus, dengan kekuatan beristighfar,memohon ampun kepada Allaah SWT serta kepasrahan beliau jika memang Allaah sudah menghendakinya kembali.  Beliau juga masih mampu mengucap dua kalimat syahadat dan La Illaa ha Illaallaah dengan utuh. Semoga khusnul khotimah ya Allaah.. Amin


Responses

  1. Bunda,
    Turut berduka cita ya.. semoga Allah memberikan tempat terbaik-Nya untuk Almarhum dan keluarga diberi ketabahan..

  2. Amin…terimakasih

  3. mbak…turut berduka cita ya mbak…
    mudah2an ini bisa keposting, tiap kali aku posting komen kok selalu error mbak…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: