Posted by: bundagaluh | January 23, 2009

Nanny 911 and the Super Nanny

Minggu sore kemarin tidak sengaja aku nonton acara the Super Nanny. Wah acara ini lumayan bagus buatku. Acara ini ditayangkan di Metro TV setiap Sabtu dan Minggu jam 16:00. Baik Nanny 911 maupun the Super Nanny, keduanya merupakan sebuah reality show yang pada awal tayangannya menampilkan keluarga yang hampir give up dengan “kerepotan” menghadapi tingkah laku anak-anaknya. Di tengah-tengah acara akan disusul dengan pemberian rules untuk memecahkan permasalahan tersebut. Terakhir tapi merupakan porsi yang terbesar dari seluruh acara adalah penerapan rules dari the nanny tsb. Menjelang acara berakhir, sellau akan nampak keberhasilan “mendisiplinkan” atau mengatasi permasalahan dalam keluarga tersebut.

Nah, berikut ini episode terakhir (minggu 18 Jan 209) kemarin. Dalam episode ini kelaurga Burnette (kalau tidak salah spellingnya) memiliki 4 anak kecil kembar. Yang dua (sulung) baru berumur 3 tahun dan yang dua lagi (adiknya) hampir dua tahun (lagi-lagi kalau tidak salah nih ^_^) . Kedua orang tuanya merupakan working parents juga dan mereka tidak emmiliki asisten atau pengasuh. Di pagi – siang hari si Ibu bekerja di luar rumah sementara si Ayah mengelola usahanya dari rumah sambil merawat dan mengasuh keempat anak tersebut. Setelah Ibu pulang kerja, gantian si ibunya yang menghandle anak-anak sementara ayah langsung pergi ke ruang kerjanya untuk fokus ke pekerjaan. Ketika anak-anak sudah tidur, acara beres-beres rumah baru dimulai dan selesai sekitar jam 03 pagi. Kebetulan si Ibu ini tidak mau memakai pengasuh karena tidak bisaBusyet….nah, kebayang kan betapa repot dan capeknya?

Singkat cerita yang menajdi permasalahan adalah keempat anak tersebut tumbuh tanpa stimulasi dari kedua orang tuanya dan kehidupan mereka mengalir saja dari hari-ke hari sehingga nampak kebosanan yang mengakibatkan kerewelan-kerewelan yang semakin hari semakin bertambah.

Nah, pada akhirnya mereka emmanggil Super Nanny. Dan setelah diobservasi ternyata yang dibutuhkan oleh keluarga Burnette ini adalah sebuah JADWAL harian. Akhirnya dibuatlah jadwal bersama baik untuk ayah, mama maupun keempat anak.  Satu hal yang HARUS dilakukan lagi adalah MELIBATKAN anak dalam setiap kegiatan alias memperlakukan mereka sebagai “anak yang sudah besar” . Artinya anak harus mulai dbiasakan untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Contoh: sebelumnya, baik ayah amupun mama yang selalu melepas dan mengganti pakaian anak-anak. Nah, mulai deh mereka disemangati untuk melepas dan berganti pakaian sendiri. Awalnya susah tapi ternyata anak-anak malah SANGAT menyukai hal tersebut. Contoh lain,  selesai makan semua harus meletakkan peralatan masing-masing di bak cuci. Dan seterusnya dan seterusnya…

Ditengah-tengah acara juga dimunculkan rekaman si nanny tersebut sebagai bahan pembelajaran buat Mr. and Mrs. Burnette. Rekaman video itu adalah rangkaian seluruh kegiatan keluarga Burnette selama dua minggu (kalau ga salah ^_^) berdasarkan jadwal yang suda dibuat. dari situ muncul pelanggaran-pelanggaran yang sebenarnya dilakukan oleh si orang tua itu sendiri. Hahaha…memang balik-balik, orang tualah yang harus selalu belajar dan belajar.

PAda intinya dari reality show ini aku memetik sebuah pelajaran bahwa kedisiplinan dan pemberian tanggung jawab untuk mandiri merupakan hal yang seharusnya ditanamkan semenjak anak-anak masih kecil. Aku semakin mempercayai bahwa segala macam tingkah laku kita akan dipelajari dan diaplikasikan oleh anak-anak kita. Contoh nyata: tadi pagi Salsa mencoba menyuapi adiknya. Nah Royan tidak mau. Dari kamar mandi aku mendengar Salsa berkata dengan suara cukup keras dan nada yang tinggi, “Ayo dek Royan pengin sehat nggak, pengin besar nggak, pengin tinggi nggak?? Kalau iya, maem dong….”

Mak degg, ternyata kalimat itu persis sekali dengan apa yang tiap kali aku ucapkan jika anak-anak agak susah dan lama makannya (sementara kita dikejar-kejar waktu…^_^) Begitulah…

Anyway, semangat-semangat…


Responses

  1. setuju bu
    nanny 911 ato super nanny ok bgt acrnya

    aq termasuk ibu pemula,menikah baru 3th dan punya anak 2th,cowok, dan sudah keliatan ‘bakat’ nakalnya
    tau sendiri kn usia segini lg seneng2nya explore kesana kesini dan dengan segala cara

    sering banget tanganku pengen nyubit..

    aq sering nonton acr ini
    bareng suami jg
    emang g lgsg jreng se hasilnya, adakalanya msh sk g sabar tp seenggaknya
    jd tau gmn mst bersikap

    yg paling aq inget, krn br kemaren mg
    kl anak minta sesuatu yg g seharusnya ato dy maksa minta sesuatu
    kita mst tegas
    sekali enggak y enggak
    kl nangis, diem aj
    biar anak tau kalo yg dilakuin itu salah
    penting jg, mst kompak dgn suami

    dan msh byk lg d pelajaran yg bs diambil

    mmg beda kultur dgn kita
    tp menurutku, nilai2 yg disampaikan cocok ko dgn budaya kita

  2. setuju mbak, memang beda kultur tapi cukup bagus sebagai rujukan untuk mendisiplinkan anak. Yah, tinggal pinter-pinternya kita menyesuaikan dengan kultur kita. Ok, semangat ya dan alam buat ananda

  3. seandainya ada super nanny di Indonesia…
    saya mau daftari adek2 saya.

    aku dan mama sudah give up

  4. good notes mom =)
    thanks for sharing,
    let’s be a high quality mom🙂

    regards,
    dewi

  5. jadi ada gak super nanny di Indonesia????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: