Posted by: bundagaluh | February 8, 2009

Hanging out with Mbak Yuyun

Mohon maaf ya teman-teman, lama ga posting. Kebetulan komputer di rumah agak trouble (cepet hang) jadinya males online. Padahal sudah nggak kantoran lagi nih hehehe…
Satu hal pertama yang aku lakukan ketika being free from my office dan yang sudah aku nanti-nanti semingguan kemarin adalah jalan-jalan dengan sahabatku “mbak Yuyun”. Seperti yang aku janjikan kepadanya kalau aku sudah resmi resign dari kantor, malam harinya (minggu 1 Feb 09) aku telp ke rumahnya. Ternyata mbak Yuyun lagi keluar. Nah langsung SMS saja nih. To the point aku ajak lunch besoknya. Langsung masuk reply-nya dan menyatakan “oks banget.”

Nah, senin siangnya setelah menjemput Salsa sekolah dan menitipkan di Eyang Windan bersama Royan langsung deh menjemput sahabat tersayang. Ting-tong ting tong. Belum selesai melepas helm, mbak Yuyunnya sudah nongol tuh dan looked ready to go banget ^_^ yah, maklumlah, memang ini momen yang kami berdua tunggu-tunggu setelah hampir setahun kami tidak keluar bareng (padahal kami sekota lho)

Seelah nunut sholat dhuhur, berangkatlah kami dan langsung menuju “Selat Mbak Liez” di daerah dekat Papa Ron’s Pizza ke Selatan. Lupa aku nama daerahnya.Hmm, tempatnya sik juga dan hommie banget. Aku pesan selat bistik dan juice tape. Hmm, mak nyuss banget teman-teman. Terus terang baru eprtama kali ini aku ke situ. Kapan-kapan ngajak ayah dan anak-anak ah.

Singkat cerita kami berdua hampir dua jam ngobrol di warung mbak Liez itu. Banyak sekali hal-hal menakjubkan yang aku peroleh dari mbak Yuyun seputar kegiatan Home Schooling kedua anaknya (mas Faisal dan Mas Kafka). Subhanallaah, kemajuan attitude dan tanggung jawab keduanya sangat luar biasa. Awalnya mbak Yuyun memakai konsep de schooling, yaitu masih memakai kurikulum sekolah ketika menjalankan HS buat anak-anaknya. Namun seiring berjalannya waktu (setelah sekitar 6bl) akhirnya mbak Yuyun memilih memakai unschooling dan mengikuti pola keinginan dan minat anak. Kedengarannya asik banget. Di pagi hari cukup mbak Yuyun bertanya kepada kedua anaknya target apa yang akan dicapai hari ini. Seterusnya baik Faisal maupun Kafka akan berusaha mencapai target tersebut sementara ibunya sekedar menyediakan fasilitas dan menemani serta membimbingnya. Inilah yang paling aku suka dari HS “tanggung jawab dan kemandirian” (meski sampai sekarang aku belum berani meng-HS Salsa dan Royan). Dan masih banyak hal yang luar biasa yang aku dapat dari sahabatku ini misalnya saja pengalamannya dua kali mengikuti kopi darat komunitas HS di Salatiga. Wah wah wah…asik banget dan membayangkan bagaiman Faisal dan Kafka melakukan kegiatan-kegitan untuk menapai target mereka itu dengan senang hati dan bahagia karena hal itu merupakan keinginan mereka sendiri, rasanya makin ngiler dengan HS (^_^)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: