Posted by: bundagaluh | February 27, 2009

Memulai Belajar Bahasa Inggris

Salah satu hal yang menjadi tekadku ketika memutuskan untuk tidak ngantor lagi adalah bahwa aku harus sesegera mungkin memperkenalkan bahasa Inggris kepada Salsa dan Royan. Dari awal pernikahan, aku dan ayah memang sepakat untuk memakai bahasa jawa halus di rumah. Hal ini bertujuan untuk ikut berpartisipasi melestarikan budaya bahasa Jawa yang kian hari kian sedikit generasi penerus (orang Jawa asli) yang bisa berbahsa Jawa dengan baik (halus/krama). Nah ternyata berhasil temen-temen. Dari semenjak masih di kandungan – sekarang, kami berkomunikasi dengan Salsa dan Royan dengan memakai bahasa Jawa. Alhamdulillaah manjur. Saat ini Salsa dan Royan mampu berbahasa Jawa halus (krama) dengan baik. Bahkan sering membuat orang-orang berdecak kagum dan memuji ketika mendengar baik Salsa atau Royan berbicara memakai bahasa Jawa halus tersebut ketika kami jalan-jalan atau makan di luar.

Alasan kedua memakai bahsa Jawa halus tersebut adalah supaya ibuku bisa berkomunikasi dengan Salsa dan Royan dengan baik (maklum ibuku orang kampung dan tidak pernah mengenyam pendidikan formal sehingga buta bahasa Indonesia sehingga sering kesusahan ketika lebaran semua cucunya kumpul padahal rata-rata berbahasa Indonesia semua ^_^)

Nah, dari awal februari kemarin aku dan ayah mulai mencoba bilingual di rumah (bahasa Inggris dulu baru kami translate ke bahasa Jawa). Sifatnya praktis banget dan kami ulang-ulang. Awalnya susah. Lama-lama anak-anak mulai mampu mengetahui makna yang dimaksud meski belum mau menirukan/mengucapkannya dalam bahasa Inggris. Namun, seminggu ini hasilnya sudah jauh lebih baik.  Salsa dan Royan sudah mulai menggunakan bahasa Inggris ketika meminta/menyampaikan sesuatu. TAdi pun sepulang sekolah, Salsa bilang, “Bu, kakak punya jajanan dari sekolahan.”

Ibu    : “Oh, ya? What is it?”

Salsa : “Here you are…”(sambil mengeluarkan wafer dari dalam tasnya)

“Kakak juga masih punya satu lagi.”

Ibu   : “Really? Where is it?”

Salsa : “In my bag”

YAh meski masih campur-campur tapi alhamdulillaah sudah mulai mengerti dan communicable untuk ungkapan-ungkapan keseharian.

Namun sering juga Salsa atau Royan tetep pakai bahasa Jawa ketika menjawab meski mereka sudah ngerti dan tahu bahasa Inggrisnya. JAdi jangan heran kalau mendengar percakapan seperti ini:

Ibu       : “Thole, where is your red car?”

Royan : “Mboten ngertos bu…” (Tidak tahu bu…)

Mungkin orang yang lewat jalan samping rumah heran dan geli kali ya mendengar ayah/ibunya pakai bahasa Inggris eh menjawabnya pakai bahasa Jawa, halus lagi ^_^

However, kami yakin semakin cepat kami memperkenalkan bahasa Inggris ke Salsa/Royan, semakin cepat pula mereka menguasainya. Bagi kami sangatlah penting bisa berbahasa Inggris karena kemampuan itu akan sangat membantu mereka kelak di masa yang akan datang.

Terkadang ada juga sih kekhawatiran nantinya hal ini mengakibatkan kebingungan atau ambigu pada Salsa dan Royan dalam hal berbahasa. Namun ketika ingat Salsa dan Royanpun mampu berbahasa Indonesia dengan baik (padahal kami jarang sekali memakai bahasa Indonesia lho di rumah) ketika bermain bersama temannya atau bicara dengan orang lain, kekhawatiran itu lenyap dan berganti keyakinan bahwa memperkenalkan bahasa Inggris sedini mungkin adalah suatu hal yang memang perlu dilakukan.

NOTE: satu hal yang WAJIB diketahui adalah bahwa bahasa apapun bisa kita kuasai asal kita terbiasa dan terkondisikan dengan bahasa tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: