Posted by: bundagaluh | March 12, 2009

Menghentikan Kebiasaan ‘Jelek’ Anak

Lagi asik nerusin menyelesaikan naskah LKS sambil mendengarkan CD Parenting kiriman mbak Devi (thanks ya mbak), ada satu sesi yang sangat menarik perhatianku yaitu tentang menghentikan kebiasaan ‘jelek’ anak. Pada sesi ini dicontohkan oleh ibu Elly kebiasaan anak yang suka mempermainkan alat kelaminnya.

Kebetulan Royan juga memiliki kebiasaan yang ‘kurang bagus/buruk’ menurutku. yaitu Royan tuh kebiasaan mengisap jempol terutama ketika mengantuk dan kalau lagi bosen. Hal ini dilakukan semenjak usianya baru beberapa hari. Saat itu sih aku tidak mencegahnya karena menurutku untuk mampu memasukkan jempol tangan ke mulut itu juga merupakan proses belajar untuk melakukan koordinasi antara mata, tangan, dan otak. Malah, aku masih ingat, sering aku memberi semangat ketika Royan masih kesulitan memasukkan jempolnya ke mulut. Ah, ternyata kebiasaan itu berlanjut hingga kini.

Dulu hal ini sempat bisa berhenti (sekitar 3 bulan) dengan cara membalut jempolnya tersebut  dengan plester. Saat itu masih ada mbak Mi sehingga kebiasaan itu bisa terhenti dengan pengawasannya.

NAh, pas mbak mi sudha nggak ada (Royan aku titipkan ke eyang Windan) kebiasaan itu muncul lagi. Setelah aku amati dan aku cari penyebabnya, kebiasaan mengisap jempol ini terulang karena Royan kesepian dan bosen. Wajarlah karena di eyang Windan tidak ada siapapun kecuali eyang.

Nah, setelah aku nggak ngantor lagi, kebiasaan ini sudah agak berkurang. Minimal Royan hanya ngisep jempol katika mau tidur (ngantuk). Awalnya aku kasih pengertian bahwa ngisep jempol itu nggak bagus dan bisa membuat jempolnya jelek (karena kapalan ^_^) . Lalu aku memberi kelonggaran bahwa Royan boleh ngisap jempol hanya kalau mau tidur dan hanya di tempat tidur. Nah sekarang ini nih teman-teman yang menajdi permasalahan. Royan terkadang pura-pura mengantuk dan ke tempat tidur lalu mengisap jempol sambil memejamkan mata. Ketika aku tegur dan mengingatkannya untuk menghentikan kebiasaan itu (dan terkadang sambil melepas jempolnya dengan paksa ^_^ maaf ya Le), denagn diplomatis Royan menjawab, “Lho, kan boleh dong ngenyot…kan adik di tempat tidur dan matanya merem mau bobo..” gubrak!!! Senjata makan tuan kan? alias itu memang kelonggaran yang aku berikan untuk menghisap jempol.

lalu aku mencoba mengupgrade kelonggaran itu dengan cara berulang kali memberi pengertian ke Royan bahwa Royan sudah besar dan sudah nggak pantes lagi ngenyot jempol ternyata nggak manjur. royan tetep keukeuh menghisap jempol ketika mau tidur.

Nah, kebetulan hari ini aku mendengarkan CD parenting ini. Menurut ibu Elly, narasumber, jika kebiasaan ‘jelek’ itu terjadi ketika umur di bawah 4 tahun, kebiasaan itu tergolong WAJAR. Hal itu akan menajdi tidak wajar ketika tetap berlanjut ketika anak berusia lebih dari 4 tahun dan dilakukan dimana saja tanpa merasa malu terhadap orang lain. Maka, menurut ibu Elly, kebiasaan itu harus segera dihilangkan sedini mungkin.

Berikut ini beberapa tipsnya;

1.masuklah ke dunia anak dan berikan pengertian kepada anak bahwa kebiasaan itu tidak sehat. Bicaralah dengan bahasa yang enak dan tidak menggurui

2. Pemberian pengertian itu sebaiknya dilakukan ketika si anak TIDAK sedang melakukan kebiasaan itu.

3. Ketika anak sedang melakukan kebiasaan tersebut, jangan langsung dihentikan dengan cara menarik tangannya atau yang lain. (Nah bagian ini nih yang menurutku sulit)

4. Mending si Anak diberi contoh misal, menurut bu Elly, ketika anak mandi, dengan sengaja masukkan beberapa tetes air ke dalam telinganya. Setelah itu bersihkan dnegan cotton bud. Biasanya anak menjadi geli dan merasa senang. Ajak bicara dengan santai. Misal

Ibu:  “adik suka ya diginiin?”

Anak: “iya ma, terus ma”

Ibu: “tapi kalau terus-terusan telinga adik akan jadi sakit dan lecet.” Iya kan? Begitu pula kalau adik suka _______ padahal itukan tempat banyak kuman. Nah, nanti bisa-bisa kumannya pada kemana-mana dan adik jadi sakit. Selain itu kalau dipegang terus, maka lama-lama akan sakit juga.” dsb, dsb.

Kira-kira begitulah. Tapi lagi-lagi ya itu kok sampai sekarang aku belum berhasil menghentikan kebiasaan Royan menghisap jempolnya ya? Aku khawatir aja ntar kebiasaan itu kebawa sampe gedeseperti anak tetangga sebelah yang masih ngisep jempol (padahal sekarang sudah kelas 3 SMU, makanya aku sering dikatain dulu pas hamil mbatin mas Bryan ya kikikik…padahal enggak tuh seingetku ^_^)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: