Posted by: bundagaluh | April 24, 2009

Ranking Anak VS Prestasi Anak

Kemarin aku jemput Salsa sekolah agak awal, kebetulan Pakdhe Yanto mampir jadinya bisa nitip Royan yang lagi bobo di rumah deh hehehe. Thanks ya Pakdhe..sering-sering mampir aja, apalagi oleh-olehnya itu lo..

nah, ada beberapa ibu dari temen-temen Salsa yang lagi pada asik membicarakan hasil Mid putra-putri mereka yang rata-rata lagi pada duduk di kelas 2-3 SD. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan rangking putra-putrinya yang merosot dari semester yang lalu padahal rata-rata nilainya tetap dan bahkan ada yang meningkat. Hmm, jadi bertanya-tanya dalam hati kira-kira entar kalau Salsa dan Royan sudah di SD apa ya aku akan begitu juga ya? Jawabannya hehe mungkin sekali…

Lalu sebenarnya, apakah menurunnya rangking anak menjadi indikator menurunnya prestasi anak pula? Sebenarnya ini yang perlu ditelisik. Menurutku asal anak kita masih memiliki value ato nilai plus dari dirinya sendiri maka anak kita itu tetap memiliki prestasi tersendiri. Value itu tidak harus berwujud ‘angka bagus’ atas semua hasil ujian di sekolah, yang terpenting menurutku adalah bahwa anak kita tersebut memiliki suatu macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh anak lain, misalkan ada seoranga nak yang valuable karena anak tersebut santun, tidak pemarah, dan mengerti orang lain. Jika bakat ini terdeteksi dan dikembangkan dengan baik maka bakat ini akan semakin melesat hebat sehingga bisa saja anak ini menjadi sosok motivator yang hebat atau yang lain…

yang jelas, menurutku muatan kurikulum saat ini memang cukup berat bagi peserta didiknya. Belum lagi standar kelulusan UAN yang meningkat dari tahun kemarin. Wah..wah..wah

Jadi sudah mulai bingung nih memilih sekolah yang tepat untuk Salsa dan Royan tahun depan. Penginnya mencari sekolah yang berbasis multiple intelligence sehingga Salsa atau Royan bisa berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.TApi sejauh ini, yang ada di Solo yang bagus adalah Siangapore Piaget Academy dan itu biaya pendidikannya masyaallaah…super mahal…ga mampu deh kesitušŸ˜¦ Ada juga SDII Al Abidin cuma sayangnya full day, waduh….

Hmm, lagi-lagi hati jadi goyah kepingin kasih HS ke anak-anak. Apalagi barusan aku klak klik di Rumah Inspirasi dan menikmati video permainan gitar kak Yudhis. Uh…kepengin lagi….Tapi belum ada kata sepakat dari ayah…entahlah

Wis yang jelas, aku hanya ingin Salsa dan Royan memiliki value atas dirinya sendiri dan sebagai orang tua kewajibankulah untuk menemukan bibit value tersebut dan memberikan fasilitas-fasilitas yang sesuai supaya value itu berkembang secara maksimal. Supaya aku tidak menjadi ibu yang sewot dan langsung memarahi anak ketika rangkingnya di sekolah menurun.Ā  Ya Allaah, bantu hamba untuk menjadi seornag ibu yang faham dengan keinginan dan minatĀ  putra-putri kami sehingga hamba mampu menemukan bakat dan kecerdasan mereka. Amiin…


Responses

  1. mbak..jujur, ketika anak prestasi akademiknya melorot pasti ada rasa sedih, namun ya…harus balik lg ke tujuan awal mbak, kita mau fokus mengarah ke mana, Insya Allah rasa kecewa ini bisa kita simpan dalam hati alias mbatin aja..hehehe…
    perlu konsul sama mbak Lala dan mas Aar krn ketika anak yg sdh sempat sekolah formal, ktk beralih ke HS ada sedikit kerepotan mbak..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: