Posted by: bundagaluh | July 24, 2009

Efek Nilai Jelek

barusan mendengar berita di Trans TV (jam 05:00) bahwa ada seorang siswa yang berkewarganegaraan India meninggal dunia dengan cara bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari lantai atas sebuah hotel di Jakarta. Tragisnya, tindakannya ini dilakukan hanya karena ia mendapatkan nilai yang jelek di sekolahnya. Astagfirullaah, seburuk itukah efek dari nilai/prestasi yang jelek atau tidak memuaskan di sekolah?

jadi ingat kemarin ada temen yang crita juga bahwa ia baru saja memindahkan putranya ke sekolah lain gara-gara ia sudah tidak tahan dengan kebijakan sekolahnya yang menurutnya terlalu membebaninya serta siswa lain dengan seabreg PR sementara di sekolahpun juga hampir tiap minggu ada kuis harian. Mana sekolahnya adalah full day lagi. Padahal putra temen ku tersebut baru duduk di kelas 4 SD lho? masyaallaah…sekolah kok malah menjadi beban ya? gimana ini?


Responses

  1. Itulah mbak..prihatin tenan ya…
    padahal ‘nilai’ sendiri kan tidak selalu menunjukkan ‘potensi yg sebenarnya’
    seandainya bisa dibuat nilai dengan ABC aja….mungkin lebih oke efeknya…
    Yg suka salah kaprah ya kebanyakan ortu pengen ‘nilai’ bagus dan anak otomatis jadi terbawa bawah sadarnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: