Posted by: bundagaluh | April 6, 2010

Kelahiran Arsya

Hmmm, setengah tahun (mungkin lebih) aku ga update blog ini. Untuk membela diri (hehehehhe) selagi kehamilanku yang ke3 kemarin, bawaannya memang muales banget paling-paling cuma update status di FB, itupun belum tentu seminggu sekali. nah, ni mumpung lagi ada mood, mau share dikit tentang kehamilan ke3 ku sampai lahirnya putri ke3 kami kemarin.

Kehamilanku yang ke3 ini terus terang saja merupakan a huge surprise for me and my hubby karena seperti yang udah aku ceritakan di postingan terdahulu, aku pakai IUD. Siklus haidku terhitung teratur, makanya ketika telat 3 hari aja, aku langsung curiga dan feeling kalau hamil. So, langsung saja cek ke dokter kandungan dan subhanallaah, meski IUD masih terpasang pas dan tidak bergeser dari tempat seharusnya, aku dinyatakan positive hamil. Meski terkejut namun tetap kami mensyukuri anugerah ini. Kami pun juga makin berbahagia karena Allaah SWT mempercayai kami dengan amanah ini. dan juga ini berarti doaku beserta suami ketika akan akad (8 Desember 2002) lalu untuk memiliki 3 anak dikabulkan Allaah SWT.

Akhirnya, hari demi hari pun aku lalui. Beda dengan dua kehamilanku sebelumnya, yang ke3 ini bisa dibilang agak ‘rewel’. Tiga bulan pertama, aku sama sekali ga tahan dengan bau masakan. Alhasil, tiga bulan penuh ga masak alias beli di warung (maaf ya yah, nduk, le…). Setelah itu, kehamilan ini kulalui dengan rutinitas biasa sebagai ibu  meski dengan mudah sekali capek dan badan terutama tulang pinggul dan kaki terasa sakit banget ketika dipakai jalan terlebih ketika mau ganti posisi pas berbaring. Uhhh, bener-bener rasane beda banget denga dua kehamilan sebelumnya. KArena faktor usia kali ya?? satu lagi yang beda adalah, aku keputihan cukup banyak…

Ada perbedaan perkiraan hari kelahiran dari adik ini. Menurut USG, janin berusia satu bulan lebih tua dari perkiraanku (yang dihitung dari haid terakhir). Masalahnya aku lupa haid terakhir itu kapan.  Yang aku ingat hanya saat itu pas aku ngawas ujian MID di UMS (berarti sekitar 20 april – 3 Mei 2009). Berhubung perkiraanku di dua kehamilan sebelumnya tepat, akupun keukeuh kalau HPL dari bayiku ini nanti adalah akhir Januari (kira-kira 27 Jan 2010 lah).

masuk usia kehamilan 8bl, posisi janin belum mapan, masih muter-muter. Kondisi ini terus berlangsung hingga masuk bulan ke9. cukup stress juga karena sudah melakukan KCP (knees and Chest position) minimal 6x sehari dan masing-masing selama minimal 15 menit. Posisi yang masih belum mapan ini dikarenakan ruang bayi (rahim yang sudah longgar (karena kehamilan ke3 dan riwayat BB salsa dan Royan yang besar: 3,5 dan 3,7kg). Pertengahan desember 2009 aku sempat ke Mbah Tongat (dulu dukun bayi) untuk memapankan posisi adik. Surprise, mbah Tongat bilang, “dua minggu lagi bisa jadi sudah lahir ni mbak…” Mak gubrak, jelas kaget aku. Masa sih…

akhir desember 2009, ketika cek ke dokter, dokter juga bilang kalau usia janin sudah cukup matang dan bisa lahir kapan saja di awal januari. wah, gubrak lagi. aku terkaget-kaget juga dan bertanya-tanya apa hitunganku salah ya?? Ah, tidak masalah. Kalau lahir di awal Januari (sukur-sukur pas tgl 01-01-2010) malah kebeneran ^_^. Dokter menyarankan untuk kontrol seminggu sekali untuk memantau kondisi ari-ari dan ketuban. dasar akunya yang keras kepala atau apa ya, aku tidak menuruti saran dokter. Yang jelas saat itu aku keukeuh tetep yakin dengan HPL hasil hitunganku yaitu sekitar tgl 20-an.

nah, pas tgl 25 Januari 2010, aku ke dokter dan astaghfirullaah, ari-ari sudah mengalami pengapuran di bagian pinggir-pinggirnya. Dokter menjelaskan bahwa toleransi waktunya tinggal 4 hari. selebih itu jika bayi belum keluar maka terpaksa harus dicesar karena kalau tidak akan berakibar buruk pada bayi. Hal ini disebabkan asupan makanan ke bayi terhambat/terblok oleh pengapuran tadi. So, dokter menganjurkan untuk menunggu 3 hari lagi dan jika belum lahir maka akan dipacu pada hari Kamis tgl 28-01-10. Dua hari berikutnya ppenuh dengan perasaan penuh harap akan adanya tanda-tanda persalinan. namun nihil. Sama sekali tidak ada. akhirnya aku kembali ke dokter. hasil USG menunjukkan pengapuran pada ari-ari semakin banyak dan harus segera ditangani. Dokter memberikan dua pilihan “pacu atau cesar’. Berhubung dua kelahiran sebelumnya juga dipacu maka aku memilih untuk dipacu. Namun dokter menjelaskan bahwa jika dalam 1 x 24 jam adik belum juga lahir, maka terpaksa harus dicesar. Setelah aku dan ayah menyetujui, tepat jam 21:30 infus dipasang dan obat pacu disuntikkan. Bismillaahirrahmaanirrahiim…semoga reaksinya cepat dan lancar sebagaimana salsa dan Royan dulu ya Allaah.

Seperempat jam kemudian aku mulai merasakan ga enak dengan perutku. ‘kenceng-kenceng’ dan makin lama makin terasa sakit banget. Herannya hanya rasa itu tok yang aku rasakan. Tidak ada tanda-tanda persalinan/bukaan lain misalkan keluarnya lendir yang disertai bercak darah.

Yups, penantian selama 9 bulan (lebihnya ga tau pastine hehheheh) alhamdulillaah telah berakhir Jumat, 29-01-2010, tepat jam 09:00 kemarin. BAyi perempuan mungil, cantik, sempurna dengan tangisannya yang kuenceng banget…”Welcome to the world my Arsya Aulia Zahra”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: