Posted by: bundagaluh | April 27, 2010

“Karena Mas Royan Sayang Ibu…”

“Karena Mas Royan sayang Ibu…” Ah, ibu mana yang tidak akan merasa terbang melayang saking bahagianya jika mendengar ucapan di atas meluncur dari buah hatinya. Tak terkecuali dengan diriku, yang memang merasa dilambungkan ke langit ketika dengan polosnya Mas Royan berkata, “Kan Mas Royan sayang ibu, jadi mas Royan sholat di rumah saja biar bisa nemeni ibu” ketika adzan Isya berkumandang dan aku ingatkan untuk ikut ayah sholat di masjid.

Biasanya Royan selalu sigap ketika adzan berkumandang dan justru sering langsung mengingatkan ayah bahwa sudah dipanggil untuk sholat. Memang sudah menjadi kebiasaan kami untuk menekankan ke anak-anak bahwa laki-laki lebih disunahkan untuk sholat di masjid daripada di rumah sementara kaum perempuan berlaku sebaliknya. Maka dari itu, Royan biasanya langsung tanggap dan ikut ayah ke masjid.

Nah beda dengan kejadian beberapa waktu yang lalu. Mungkin karena Royan sedang asik-asiknya main stik bekas es krim makanya ketika diingatkan untuk ke masjid bersama ayah jawabannya seperti di atas tadi. Akhirnya sambil memeluknya, aku memberi penjelasan, “iya, ibu tahu mas Royan sayang banget sama ibu. Dan ibu juga sayang banget sama Mas Royan. Tapi ingat, laki-laki lebih baik sholat di masjid le. Nanti pahalanya lebih banyak. Nanti kalau sudah selesai dan sampai di rumah kan bisa bersama ibu lagi dan main bersama.”

“Tapi ibu janji lho ya nanti kalau mas Royan sudah pulang dari masjid, ibu nemeni Mas Royan bikin capung dan pesawat dari stik es krim ini?” jawabnya.

“Iya le, ibu janji. Nanti kita bikin pesawat dan capung yang banyak. Oke?” kataku.

“Oke.”jawab Royan dengan semangat dan langsung teriak sambil meloncat dari tempat tidur, “Ayaaah, tungguin mas Royan.”

—–

Subhanallaah, terimakasih ya Allaah atas karunia-Mu ini.


Responses

  1. Wah…jadi inget, abang Rafif ga pernah sholat di mesjid lagi nih….😦

    • xixixiixixix yg terberat nih mbak “Royan itu mbok-mbok-en bangetttt”. artinya lengket banget ma aku nih. Sampe-sampe seringnya susah ninggal dia jika aku ada urusan yg mengharus kan keluar sendirian meski sudah kucoba memberi pengertian sebelumnya. apa memang gini ya anak laki-laki?? ayahnya sih kata eyang dulu juga begitu🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: