Posted by: bundagaluh | April 29, 2010

Mas Royan Maunya Sekolah di Rumah Saja sama Ibu

Maret kemarin (tepatnya 24 Maret 2010), Royan genap 4 tahun. Sebenranya sudah cukup umur untuk masuk sekolah formal (TK). Tapi entah karena memang nymabung dengan keinginan awalku dulu yang pengin mematangkan usia Royan ketika masuk SD nanti atau memang bawaan Royan yang “mbok-mbok en” banget, Royan selalu dengan sigap menjawab, “Mas Royan tidak mau sekolah. Maunya sekolah di rumah saja sama Ibu.” bahkan ketika aku sengaja mengajaknya main ke salah satu TK (yang cukup lengkap fasilitasnya dengan rumah pohon segala dan metode pembelajaraan yang banyak di outdoornya), Royan tetap keukeuh menolak untuk sekolah. Hmmm….

Memang sih sebenarnya dari awal penginnya Royan sudah benar-benar matang usia ketika masuk SD berhubung Royan itu cenderung sangat aktif dan berenergi dan susah banget untuk duduk dalam waktu yang cukup lama. Kami perkirakan nanti jika masuk SD sudah minimal 7th maka lebih mudah baginya untuk menyesuaikan dengan kegiatan pembelajarannya. namun ketika di awal kelahiran adiknya, Arsya, yang cukup ‘rewel’ sehingga waktuku terkuras untuk Arsya, wkatu bermain dan menemani Royan berkurang. Kebetulan di perumahan juga anak-anak seusianya jarang keluar rumah sehingga praktis Royan kekurangan teman. Alhasil di awal kehadiran adiknya itu (terutama kira-kira selama 1.6 bulan), royan jadi rewel. Jujur ini merupakan reaksi protesnya yang banyak kehilangan waktu bersama ibunya. Nah, dengan alasan untuk memberi kegiatan dan nuansa baru ke Royan, kami berikir apa sebaiknya dimasukkan sekolah saja. Alhasil, kami mencoba menawari Royan untuk mulai bersekolah sampai mengajaknya berkunjung serta main ke sekolah yang cukup children friendly. memang sih, begitu sampai di sekolah tersebut, Royan langsung asik bermain ini itu tapi begitu aku bertanya, “bagaimana mas, mau kan main sambil belajar di sini?” dengan sigap dan spontan seperti biasa Royan menjawab, “Nggak mau. Mas Royan maunya sekolah di rumah saja sama Ibu.” begitulah ^_^

Alhasil kami putuskan untuk belum memasukkan Royan ke sekolah tahun ini. Insyaallaah tahun depan. tetap ada sih keinginan untuk meng-HS Royan (sebagaimana yang telah terbukti berhasil dengan bagus oleh sohibku sendiri di Solo). namun kekhawatiran tidak mampu memberikan yang terbaik dan kemampuan time managementku yang krg banget membuatku tidak berani meng-HS Royan. Entahlah, masih gamang nih.

Untuk saat ini sih alhamdulillaah karena Arsya juga sudah tidak begitu ‘rewel’, sedikit demi sedikit waktuku bersama Royan kembali. Eh, lakok masalah lain muncul. Sekarang giliran Salsa yang merasa “terkesampingkan”. Gubrak…!!! Astaghfirullaah, berilah petunjuk-MU selalu ya Allaah.

dan petunjuk Allaah SWT itupun alhamdulillah hadir ketika aku berkun jung ke Rumah Inpsirasi dan menemukan 7 kegiatan Sehari. Alhamdulillaah, terimakasih mas Aar dan Mbak Lala. Benar-benar memberi inspirasi bagi kami…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: