Posted by: bundagaluh | October 19, 2010

Dialog Royan dengan Seorang Pengemis

Suatu siang, seperti biasa mas Royan dan de Arsya bermain di ruang tamu. Tiba-tiba terdengar, “Den, paringan den….”

“Ibu, ada paring-paring (istilah anak-anak menyebut pengemis)”, teriak mas Royan serta merta.

“Ya udah ambilkan saja di atas kulkas, Le…” sahutku dari kamar sambil terus melanjutkan setrika.

“ Nggih…” sahut mas Royan yang langsung lari ke dapur lalu menuju teras setelah mengambil uang receh yang kami sediakan di atas kulkas.

Saat itu aku mendengar ibu peminta-minta tersebut menyapa de Arsya yang sudah sampai di teras. Tiba-tiba terdengar:

“Kok, ibu minta-minta sih. Kenapa nggak kerja? Malas ya?” terdengar mas Royan bertanya ke ibu pengemis tersebut. Dengan setengah tak percaya dan terkaget-kaget aku hentikan pekerjaanku dan dengan amat penasaran aku dengarkan kelanjutan pembicaraan tersebut dari dalam ruang tamu. Sengaja aku tidak menampakkan diri supaya percakapan mas Royan tersebut tidak terganggu.

“Ah, ibu nggak malas cah bagus. Pekerjaan ibu ya ini, minta-minta” jawab si ibu tersebut.

“Lah, masak minta-minta ya kerja dong. Eh, ibu tidak punya rumah to?” lanjut mas Royan.

“Punya le…tapi kecil.” Jawabnya.

“lah bapakmu kemana to?” tanya mas Royan lagi.

“Oalah le le, ibu ki sudah tidak punya bapak. Bapake pergi.” Sahut si ibu tersebut dengan suara tercekat. “Sudah ya cah bagus, ibu pamit ya…terimakasih ya le” kata ibu tersebut sembari meninggalkan rumah kami dengan setengah terisak dan berkata lirih,”ealah ya begini ini le nasib orang yang ditinggal pergi suami, terpaksa minta-minta.”

Aku langsung keluar mendekati anak-anak di teras. Terlihat mas Royan dan de Arsya masih terus memandangi si ibu tersebut menuju ke rumah tetangga kami.

“Kasihan ya bu, ibunya tadi tidak punya bapak. Katanya bapaknya pergi. Rumahnya juga kecil lo bu. Kasihan ya?”, komentar mas Royan.

“Iya le…memang kasihan. Tapi meminta-minta itu juga tidak bagus. Allaah tidak suka dengan orang yang hanya meminta-minta. Allaah SWT lebih suka dengan orang-orang yang mau bekerja.” Jawabku sambil mengelus kepalanya.

Subhanallaah, terimakasih Gusti telah Engkau tambah kecerdasan putra tercinta kami ini. ^_^


Responses

  1. Alhamdulillah….

    semoga kalimat yg diucapkan Royan jadi penyemangat buat ibu tsr untuk beralih profesi ya mbak…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: