Posted by: bundagaluh | October 4, 2012

Mas Royan

Jagoanku satu-satunya ini hwaaaaa ..hmmm,banyak cerita deh…yang jelas karena polahnya yang kagak mau diem…yang paling tragis adalah kejadian bulan Mei kemarin…tepatnya tanggal 4 Mei 2012..

waktu itu pas lagi ngawas Mid di kampus,tiba-tiba hape bunyi dan pas kulirik tertulis nama Umi Tyas..gubrakk kaget jelas karena itu guru kelasnya Mas royan..setelah keluar ruang ujian,umi ternyata memberitahu kalau Royan habis jatuh di sekolahan dan kemungkinan tangannya terkilir gitu. hmm jelas sama sekali aku tidak kaget karena sering juga tuh Royan terkilir hiks…berhubung saat itu aku g bisa ninggalin ujian,akhirnya aku minta ayahnya untuk menjemput Royan di sekolah…ternyata oh ternyata sesampai di sekolah, Royan sudah dibawa ke rumah sakit dan hasilnya tulang yang deket leher bagian kanan (baca:clavicula) patah dan ahrus segera dioperasi..Oh My God, astaghfirullaahaladziim…rasanya detik menjadi lamaaaaa banget berubah menjadi menit…

Begitu waktu ujian selesai dengan sertamerta aku langsung menuju ke RSKU dan mendapati Royan sedang disuapi Ms.Rizka kepala sekolahnya..Ya Allaah,jujur ngenes dan melas melihat toleku yang ga pernah bisa diem itu tergolek lemes kaku di atas kursi roda…meski senyum cerahnya tetep aja merekah hehehehe…Mas Royan Mas Royan…

Sepuluh hari pasca operasi berlalu dan hari sabtu tgl 14 Mei 2012, saatnya check up ke RSKU lagi dan alhamdulillaah semua sudah baik dan Royan boleh beraktifitas seperti biasa meski harus dengan extra hati-hati. hari Minggu berlalu dan sampailah di hari Senin dan Mas Royan pun masuk sekolah…tak lupa aku menitipkan Royan kepada Umi Tyas dan abi Ozy supaya Royan lebih extra diawasi..

Jam 12:30 aku meninggalkan rumah untuk menjemput Royanku tercinta dan begitu melintasi gerbang sekolah, mak deg hatiku melihat Royan berdiri di atas seluncuran yang paling tinggi di halaman sekolahnya. Astagfirullaah kok bisa sih dengan kondisinya saat itu?? tapi aku berusaha menepis kekhawatiranku dan langsung memarkir motor. Tak lama Royan keluar dari gerbang sekolah dan gubrakk astagfirullaahaladziim..Royan keluar dengan posisi bahu kanan miring lebih rendah dari bahu kirinya…Dengan serta merta dan tanpa babibu langsung aku naikkan Royan ke motor dan bertanya ini itu tentang bahunya..jawabnya,”tadi ditarik-tarik temen bu..jadi tulang mas royan sakit lagi..”hwaaaa bener2 bad feeling aja deh…sesampai dirumah terus menerus aku interogasi sambil tidak sabar menunggu ayahnya pulang. dan begitu selesai memarkir motor di teras ayah langsung tanggap (karena td sudah berkali-kali aku telpon sih hehehe..) dna langsung membawa Royan balik ke RSKU..begitu pulang ayah hanya tersenyum pahit sambil menyerahkan hasil foto rontgennya serasa berkata,”operasi meneh..(operasi lagi)  ..”hwaaaa…lebih tragis lagi ketika melihat foto rontgennya itu,ternyata tulang yang baru 12 hari yang lalu disambung patah lagi beserta pen-nya astagfirullaah,speechless…!

Saat itu jujur banget sediiiiiih…melaaaas..knp bisa mpe seperti ini??kok bisa?? ga adil..kejaaam…begitu deh rasane ning ati…baru setelah beberapa saat bisa tenang dan berpikir positif…sudahlah ini memang yang harus terjadi dan aku harus tenang supaya bisa menghandle dengan baik…

Tapi di malam harinya, sesuatu yang luarbiasa terjadi, dengan lemas tergolek di tempat tidur, tumben-tumben Royan ga mau ditinggal dan minta dipijit-pijit kaki dan tangannya sambil berkata,”Ibu…jangan tinggalkan mas Royan ya…Ibu tetep disini ya…” sambil terus disusul dengan doa,”Bismikallaahumma ahya wa bismika amuut, dengan namaMU ya Allaah aku hidup dan dengan namaMU ya Allaah aku mati..” bener-benerbergetar hati dan perasaanku samapi-sampai aku tak kuasa menahan airmataku dan huuuu..aku menangis sejadi-jadiny…saat itu aku bener-bener takut sesuatu yang bururk terjadi pada toleku ini…astagfirullaah..

Pagi harinya,segera kami mempersiapkan segalanya untuk keperluan operasi…deg-degan karenabaru 12 lewat dari operasi pertama Royan. Bismillaah, semoga berjalan lancar..Sesampai di RS, Royan nampak jauuuh lebih tabah dan ‘ready’ daripada operasi pertamanya dulu..waktu dipasang infus dan persiapan operasipun juga sama sekali tidak menangis/mengeluh…tp jujur..saat itu..hatiku miriiis..kekuatannya itu justru membuatku berpikiran macam-macam..astagfirullaah…

Akhirnya waktu operasi tiba…Saat menunggu di luar ruang operasi..sungguh atiku gelisah…sejam kemudian Royan keluar dalam keadaan yang masih belum sadar…bener-bener atiku saat itu jauh beda dg operasi pertama dulu…gelisah ga karuan…apalagi pasca opersai yg kedua ini efeknya sangat beda dg yang pertama. Royan muntah-muntah terus dan g cepet sadar…bolakbalik aku minta ayah manggil perawat untuk ngecek, sangat disayangkan para perawatnya sangat tidak responsif…cuma bilang”biasa..itu efek habis operasi…efek obat bius..” tanpa mendekat atau melakukan sesuatu…bahkan pas spreinya basah kena muntahan, tak satupun perawat yang datang ke kamar, cuma memberi sprei pengganti yang baru…duhai kejaaaaaamnyaaaa…pelayanan kok kayak begini…

akhirnya meski dg keadaan yang masih lemes dan kadang masih mau muntah, Royyan aku ajak pulang dengan bertekad merawatnya sendiri…hlaa daripada ilfil d RS…

Empat bulan berlalu…dan alhamdulillaah sekarang Royan sudah pulih,sudah sehat seperti biasa meski bekas operasinya masih kelihatan nyata…Alhamdulillaah terimakasih ya Allaah, sungguh Engkau Maha Pemurah, Sungguh Engkau Maha Penolong, dan sungguh Engkau Maha Sayang kepada Royan dan kami semua…Semoga kejadian ini menjadikan kami lebih sabar, lebih ridlo dengan segala ketentuanMU..aamiin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: