Posted by: bundagaluh | June 16, 2011

Kangeeen

Hello….Truely, I miss writing in here…so hard to manage the time hiks..hiks…hiks Ato nuruti males aja?hehehehhe…probably this is it the second answer…

Housecores jalan biasa-biasa aja. Tetep dengan seabrek gawean rumah yg tiada pernah habisnya. xexexxeee jadi inget kata bapak mertua, “iya nduk, pekerjaan rumah itu tidak ada selesainya. Yang ada berhenti sebentar” 🙂 begitulah

Anak-anak, alhamdulillaah baik…eh enggak ding, serumah lagi flu dan batuk. Arsya yg paling parah.pake panas dan sedikit diare…however, it’s oke now. alhamdulillaah

Salsa sudah mau kelas dua. Rapotan semester kemarin, alhamdulillaah dua kategori the best salsa peroleh: The best on IT and THe best on English…Hehehehe jadi geli plus kasihan klo denger komentar tetangga, sodara, dan temen: “Ya iyalah, nggak heran klo Salsa the best on English and IT, ibunya dosen bhs Inggris, ayahnya guru TIK”…hiks, bukan itu penyebabe kok. Mungkin ada trah juga, tp yang jelas itu semua adalah buah dari belajar Salsa sendiri. Karena meski bidangku bhs Inggris,tp klo ke anak-anak sendiri, aku tuh orangnya sama sekali tidak konsisten….namun subhanallaah, sungguh surprising juga ketika salsa mendapat dua the best itu.

Royan, hmmm, alhamdulillaah meski dg sedikit paksaan, udah mau didaftarkan ke sekolah. Dengan berbagai pertimbangan, Royan tahun ini masuk ke TK A TK Al Quran Bintangku meski sudah 5 tahun tgl 24 Maret kemarin.

Arsya sudah luancar jalannya dan sudah kemrusuh banget sehingga sudah sering membuat si ibu nyut nyut nyut. Contohnya, yg baru-baru ini terjadi adalah: dua rak penuh baju yg sudah setrikaan dan tertata rapi di kamar Salsa dikeluarin semua. Diompoli lagi hiks…hiks..hiks..aduh nduk 😦

That’s it…day by day run very nicely dan penuh dg kejutan-kejutan kecil yang amat membahagiakan yang semoga membuat kami semakin mampu dan mau mensyukuri nikmat dan barokah yang dilimpahkan Alloh kepada kami. Aamiin

 

Posted by: bundagaluh | October 19, 2010

Arsya……!!!!

Alhamdulillaah Arsya sudah 8,5 bulan dan sudah makin pinter pula. Merangkaknya sudah cepet, sudah bisa berdiri sambil berpegangan dan semenjak kemarin sudah makan nasi plus lauk dan sayur. Terimakasih ya nduk, genduk ga mau nasi tim tapi malah pilih nasi putih biasa. KAn ibu jadi ga repot bikin tim ^_^

Dengan makin pintarnya dan makin cepat geraknya, isi rumah jadi bertambah berantakan. Apalagi kalau sudah ketemu laci leari, laci meja, rak-rak di dapur dan lain-lain, hmmmm, hasilnya teriakan ibu makin bertambah deh “Arsya……” hahahhahaha pasti kedengeran sampe ke ujung.

Posted by: bundagaluh | October 19, 2010

Ultah Kak Salsa yang ke-7

“Kak, tadi kakak nraktir teman-teman kakak apa di sekolah tadi?” tanyaku pada kak Salsa yang baru saja pulang dari sekolah.

“Oh, uang Rp.10.000,00 yang ibu kasih ke kakak karena kakak ulang tahun hari ini? Kakak tadi tidak jadi nraktir teman-teman kakak bu, uangnya kakak infakkan lewat ustadzah Yani buat orang-orang miskin. Kan teman-teman kakak sudah punya uang sendiri-sendiri. Banyak lagi. Kakak malah sering dibeliin jajanan di kantin.” Jawab kak Salsa sembari melepas jilbabnya.

“Subhanallaah, wah kakak hebat. Kakak baik hati banget. Uang yang ibu kasih tidak buat nraktir teman-teman tapi malah diinfakkan. Kakak hebat deh. Ibu bangga banget Nduk.” Sahutku dengan senyum mengembang lebar dan memeluknya dengan erat.

 

Begitulah, suatu keindahan yang tiada terkira dan sampai saat ini masih terngiang jelas dalam ingatanku ketika kak Salsa berulangtahun pada tanggal 7 Oktober 2010 kemarin. Seperti biasa yang rutin kami lakukan ketika anak-anak berulangtahun hanyalah kecupan dan ucapan selamat ulangtahun di pagi hari sembari memanjatkan untaian doa supaya kakak tambah cerdas, tambah berkwalitas dalam iman, islam, akhlak, dan perjuangannya menjadi generasi yang tangguh dan tegar dalam setiap perubahan jaman.

 

Yang berbeda dari keenam ulangtahun kak Salsa yang terdahulu adalah hari itu, aku memberi uang Rp10.000,00 kepadanya jika ia ingin berbagi kebahagiaan karena sudah bertambah umur. Eh, di luar dugaan kami, uang tersebut justru diinfakkan lewat ustadzahnya. Subhanallaah alhamdulillaah Gusti. Terimakasih telah Engkau hadirkan malaikat-malaikat kecil kepada kami sebagai tauladan dan tempat kami belajar.

Posted by: bundagaluh | October 19, 2010

Dialog Royan dengan Seorang Pengemis

Suatu siang, seperti biasa mas Royan dan de Arsya bermain di ruang tamu. Tiba-tiba terdengar, “Den, paringan den….”

“Ibu, ada paring-paring (istilah anak-anak menyebut pengemis)”, teriak mas Royan serta merta.

“Ya udah ambilkan saja di atas kulkas, Le…” sahutku dari kamar sambil terus melanjutkan setrika.

“ Nggih…” sahut mas Royan yang langsung lari ke dapur lalu menuju teras setelah mengambil uang receh yang kami sediakan di atas kulkas.

Saat itu aku mendengar ibu peminta-minta tersebut menyapa de Arsya yang sudah sampai di teras. Tiba-tiba terdengar:

“Kok, ibu minta-minta sih. Kenapa nggak kerja? Malas ya?” terdengar mas Royan bertanya ke ibu pengemis tersebut. Dengan setengah tak percaya dan terkaget-kaget aku hentikan pekerjaanku dan dengan amat penasaran aku dengarkan kelanjutan pembicaraan tersebut dari dalam ruang tamu. Sengaja aku tidak menampakkan diri supaya percakapan mas Royan tersebut tidak terganggu.

“Ah, ibu nggak malas cah bagus. Pekerjaan ibu ya ini, minta-minta” jawab si ibu tersebut.

“Lah, masak minta-minta ya kerja dong. Eh, ibu tidak punya rumah to?” lanjut mas Royan.

“Punya le…tapi kecil.” Jawabnya.

“lah bapakmu kemana to?” tanya mas Royan lagi.

“Oalah le le, ibu ki sudah tidak punya bapak. Bapake pergi.” Sahut si ibu tersebut dengan suara tercekat. “Sudah ya cah bagus, ibu pamit ya…terimakasih ya le” kata ibu tersebut sembari meninggalkan rumah kami dengan setengah terisak dan berkata lirih,”ealah ya begini ini le nasib orang yang ditinggal pergi suami, terpaksa minta-minta.”

Aku langsung keluar mendekati anak-anak di teras. Terlihat mas Royan dan de Arsya masih terus memandangi si ibu tersebut menuju ke rumah tetangga kami.

“Kasihan ya bu, ibunya tadi tidak punya bapak. Katanya bapaknya pergi. Rumahnya juga kecil lo bu. Kasihan ya?”, komentar mas Royan.

“Iya le…memang kasihan. Tapi meminta-minta itu juga tidak bagus. Allaah tidak suka dengan orang yang hanya meminta-minta. Allaah SWT lebih suka dengan orang-orang yang mau bekerja.” Jawabku sambil mengelus kepalanya.

Subhanallaah, terimakasih Gusti telah Engkau tambah kecerdasan putra tercinta kami ini. ^_^

Posted by: bundagaluh | June 2, 2010

Ketemu temen lama ….

PAs belanja di Gorro Assalaam semalem, secara kebetulan ketemu sama temen lamaaaaaa banget. Ah senengnya….

KAmi berdua pernah bersama-sama memulai perjuangan dari kampus kecil. Sama-sama masih kuliah dan nyambi ngajar.  Sama-sama dari udik, naik kendaraan umum kemana-mana, dan hanya bermodalkan kepercayaan diri, keyakinan, dan mimpi.  Setelah alhamdulillaah aku diterima di kampus swasta terbesar di Solo, akhirnya kami jarang ketemu dan lama-lama lost contact (maklum, dulu sarana komunikasi amat sangat terbatas  ^_^)

Wah wah wah, sekarang beliaunya ini sudah menjadi direktur sebuah kampus yang perkembangannya cukup pesat di Solo. Bahkan ayah juga menjadi salah satu DTT di situ. Sudah berputri satu yang lucu, menggemaskan, dan super kendel ^_^

Ah, selamat ya pren. TErcapai sudah mimpi yang dulu sama-sama kita perjuangkan. Terus kejar mimpi-mimpi berikutnya. Semoga sukses selalu baik keluarga, karir, maupun akherat. Barokallaah…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories